Kamis, 27 November 2014

Subhanallah, Adzan Berkumandang di Sejumlah Gereja di Swiss

Gereja di Zurich-Switzerland-2-jpeg.image
Gereja di Zurich, Switzerland
ZURICH (SALAM-ONLINE): Beredar sebuah video yang menayangkan adzan berkumandang dari sejumlah gereja di Swiss. Video ini menggambarkan bagaimana masyarakat Swiss terkejut dengan adzan yang berkumandang dari rumah ibadah Kristen di sana.
Video ini, seperti dilansir Republika Online,Senin (24/11/2014), dan diunggah redaksi dari video berbagi YouTube, dibuat oleh seorang warga Swiss, Johannes Gees, pada 2007 lalu. Pada mukadimah video diterangkannya bahwa panggilan untuk shalat atau adzan adalah instalasi suara untuk sejumlah kota dari sebuah pegunungan di Switzerland.
Suara adzan ini “booming” dan menjadi pusat perhatian masyarakat, karena merupakan rekaman muadzin yang mengumandangkan adzan dengan megaphones yang direkam mp3 player. Kemudian suara itu direkam dan diberi waktu dan baterai. Rekaman itu selalu menyala dan mengumandangkan adzan dengan pengeras suara, karena diberi baterai.
Rekaman adzan diambil dari seorang muadzin sebuah masjid di Makkah al-Mukaramah. Pengeras suara dan alat pemutas adzan ini dipersiapkan secara rahasia dan kemudian dipasang di menara-menara gereja di Switzerland.
Pada bagian awal video tampak proses pembuatan alat pengumandang adzan yang terdiri dari pengeras suara yang dipadukan dengan mp3 player. Pembuatan alat ini dilakukan pada 18 juni 2007. Persiapan dilakukan di kota terbesar di Swiss, yaitu Zurich.
Sebulan kemudian alat-alat itu dipasang di menara-menara gereja. Alat digantung dengan kawat. Pada saat waktu Zuhur tiba, alat itu mengumandangkan adzan. Semua masyarakat di Switzerland mendengarkan kumandang adzan itu.
Penasaran? Klik, ini link videonya: http://www.youtube.com/watch?feature=player_detailpage&v=K5k8zKBlgug
(ROL/salam-online)

Minggu, 23 November 2014

Takut, Menangis, dan Tertawanya Jin


Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa setan akan tertawa ketika seseorang menguap dengan mengeluarkan suara misalnya; “euuuay” atau “haaaa”. Hadits bahwa setan tertawa adalah:
“Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci nguap. Apabila seseorang bersin lalu mengucapkan al-hamdulillah, maka muslim yang mendengarnya harus mendoakannya. Adapun menguap datangnya dari setan, karenanya tahanlah sedapat mungkin. Apabila ia menguap terus keluar suara ‘haaa’, maka setan akan tertawa,” (HR. Bukhari dan lainnya).
Sementara setan akan menangis ketika seseorang membaca surat as-Sajdah dan ketika sampai pada ayat sajdahnya yakni ayat yang ke-15, ia melaksanakan Sujud Sajdah. Hal ini sebagaimana dikatakan dalam sebuah hadits.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila anak Adam membaca surat as-Sajdah kemudian ia sujud sajdah (ketika membaca ayat sajdahnya ayat ke-15), maka setan akan pergi menangis sambil berkata: ‘Aduh celaka dan sialnya nasibku’ Bani Adam diperintah sujud, maka kemudian dia sujud maka baginya syurga, sedangkan aku ketika diperintah sujud aku menolak maka bagiku neraka,” (HR. Muslim).

Rabu, 19 November 2014

Pandangan Buya Yahya Soal Ahok dan FPI

Jakarta (SI Online) - Ulama kharismatik asal Cirebon Buya Yahya angkat bicara soal kepemimpinan DKI Jakarta yang saat ini sedang ramai dibicarakan khususnya soal Basuki Purnama (Ahok) dan organisasi masyarakat Front Pembela Islam (FPI).

Ia menjelaskan, berdasarkan kesepakatan para ulama bahwa kepemimpinan kaum muslimin tidak boleh dipimpin oleh orang diluar Islam. "Itu sudah merupakan kesepakatan, dan ini sudah sangat jelas tidak perlu didiskusikan lagi, jadi jelas hukumnya haram jika kita menyerahkan urusan kaum muslimin kepada seorang yang tidak beriman kepada Allah Swt dan RasulNya," tegas Buya Yahya.

Terkait adanya kelompok pergerakan yang menolak kepemimpinan diluar Islam, Buya Yahya menganggap itu sesuatu yang sangat wajar. "Dan lebih dari itu, yang harus kita tekankan ialah pemahaman kepada semua pihak mulai dari rakyat sampai dengan ulama tentang ketidakbolehan masalah ini karena di masyarakat masih simpang siur. Sesuatu yang disepakati menjadi simpang siur ini salahnya siapa?" ungkap Buya.

"Mungkin ada segelintir ulama yang memiliki fatwa yang tidak tahu darimana sumbernya, yang mengatakan bahwa pemimpin bukan Islam lebih bagus asalkan dia adil daripada pemimpin Islam tapi dia khianat. Perbandingannya bukan begitu dong, perbandingannya harus yang sama-sama adil, memangnya orang Islam tidak ada yang adil," tambahnya.

Menurutnya, membandingkan pemimpin kafir yang adil dengan pemimpin Islam yang tidak adil adalah cara yang salah. Namun saat ini hal tersebut dikemas dengan sedemikian rupa sehingga seolah-olah yang kafir menjadi benar, itu suatu kesalahan.

Kembali soal munculnya kelompok-kelompok yang menolak kepemimpinan kafir, Buya Yahya menegaskan bahwa ini harus dipahami bersama bahkan diluar Islam juga harus memahami bahwa makna toleransi harus seperti itu. "Karena di agama kita tidak diperkenankan, disini mayoritas kaum muslimin sehingga umat harus dipimpin kaum muslimin," ujarnya.

Umat Islam harus bersyukur dengan adanya FPI, dan adanya macam-macam kelompok Islam harus saling melengkapi dan saling komunikasi. "Kalau kita lihat sejarah, muncul Abu Bakar Shiddiq ra yang sangat lembut lalu ada Umar bin Khatthab ra yang penuh ketegasan. Semuanya saling melengkapi sehingga tidak perlu saling mencaci. Dengan saling melengkapi akan terbangun komunikasi sehingga tidak ada tindakan yang merendahkan kaum muslimin," kata Buya.

Ia menjelaskan bahwa Islam itu indah dan kebenaran tetap harus kita sampaikan, pemimpin kaum muslimin hendaknya orang Islam yang bukan Islam harus kita tolak dan itu wajar.

"Ketegasan harus sesuai cari Nabi dan sesuai prosedur, dan yang kami amati termasuk dari FPI dan lainnya itu sudah sesuai prosedur. Mereka tidak membuat kerusakan, tapi kalaupun ada itu bisa saja karena oknum atau provokator sebab dari pimpinannya sendiri kami yakin tidak menyuruh kerusakan. Dan sekali lagi, semua itu potensi kaum muslimin yang harus kita galang kita satukan tidak perlu ada permusuhan," jelas Buya.

Namun kata Buya, kita harus waspada karena selama ini umat Islam selalu kalah di media. "Kebenaran seperti apapun tapi dikemas dengan tidak baik maka akan dilihat masyakarat yang tidak baik dan ini musibah kita saat ini. Media-media menginformasikan bahwa FPI dan lainnya brutal. Karena itu kita harus punya media sendiri untuk menjelaskan ini semua agar mereka tidak menjadi pejuang-pejuang yang tertuduh," pungkas Buya.

Jumat, 14 November 2014

Koran Australia gambarkan Jokowi 'tukang masak' pemimpin dunia

Koran Australia gambarkan Jokowi 'tukang masak' pemimpin dunia
Para pemimpin dunia hari ini, Jumat (14/11) berdatangan di Kota Brisbane, Australia, buat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G-20. Tak terkecuali Presiden Joko Widodo yang setelah rampung melawat ke Myanmar, setelah sempat transit sejenak di Bali, langsung bertolak ke Negeri Kanguru. Rombongan RI-1 tiba pagi tadi waktu setempat.
Sambutan masyarakat Australia terhadap datangnya 20 pemimpin negara ekonomi terbesar sejagat itu cukup antusias. Semangat itu tergambar dari media massa besar di sana yang ramai-ramai memberitakan perhelatan akbar tersebut.
Namun, entah atas alasan apa, salah satu koran terbesar Australia, The Courier Mail, dalam edisi khusus hari ini menggambarkan Presiden Jokowi sebagai tukang masak.
Judul halaman depan koran itu tertulis "Selamat datang di surga dunia". Wajah-wajah pemimpin dunia diedit sedemikian rupa, dipasangkan ke badan orang-orang yang terlihat menghadiri pesta pantai.
Ambil contoh, Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang digambarkan telanjang dada, hanya mengenakan celana boxer, terkesan siap bersenang-senang. Ada juga Perdana Menteri India Narendra Modi terlihat seperti usai memancing lalu memamerkan ikan besar.
Dari 19 pemimpin dunia itu, cuma Presiden Jokowi yang digambarkan memasak di tengah pesta. Dia mengenakan celemek sambil mengenakan peci. Dengan wajah tersenyum, Jokowi dikesankan girang melayani para pemimpin lainnya dalam pesta tersebut.
Belum diketahui respon WNI mukim Australia atas tampilan laman muka Courier Mail. Tanggapan Jokowi atas cover editan itu juga belum diketahui.
Forum G-20 berlangsung selama 15-16 November. Ini akan menjadi akhir dari tur internasional perdana Jokowi setelah dilantik sebagai presiden bulan lalu.
Pada pertemuan kali ini, para pemimpin negara utama dunia akan membahas upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi global.
Dari keterangan Kementerian Luar Negeri, Presiden Jokowi akan diminta berbicara dalam forum terhormat itu. Terutama, mengenai pengalaman menjalankan reformasi birokrasi semasa jadi pemimpin Solo dan DKI Jakarta.
Indonesia bergabung dengan G-20 pada 2008 setelah mencatatkan rekor pertumbuhan ekonomi tinggi sedunia persis di bawah China. (*)

Nikahi 40 Wanita, Pendiri Gereja Mormon Nyantai Aja! Kalau Seorang Muslim Nikahi 2 Wanita Saja Sudah Gemparnya Minta Ampun!

Sebuah esai yang dirilis oleh Gereja Mormon secara berani mengungkapkan bahwa sang pendiri gereja, Joseph Smith, mempunyai 40 istri, termasuk beberapa yang telah menikah sebelumnya serta satu istri yang ia nikahi pada usia 14 tahun.

"Smith menikahi sekitar 30 hingga 40 istri," begitu tulis esai tersebut, Selasa (11/11).

Gereja Mormon, yang mempunyai nama resmi Gereja Yesus Kristus Malaikat Kudus Akhir Zaman, atau biasa disingkat sebagai Gereja LDS, secara resmi melarang pengikutnya untuk berpoligami sejak tahun 1890. Kala itu, warga AS yang berpoligami dianggap melanggar hukum, dapat dijebloskan ke dalam penjara serta seluruh asetnya dapat dibekukan.


Smith merupakan figur penting bagi aliran agama Mormon. Dia dipandang sebagai seorang nabi yang menerima wahyu khusus dari Tuhan. Namun, sejarah pernikahan Smith memang sering menjadi perdebatan.

Hingga saat ini para pemimpin Mormon telah bersikeras bahwa Smith, yang telah dianggap sebagai nabi dalam aliran agama Mormon, hanya memiliki satu istri.

Esai gereja tersebut mengungkapkan, Smith sebenarnya tidak mau menikah puluhan kali. Namun, menurut kepercayaan Mormon, malaikat yang menyampaikan wahyu kepada Smith, pada perkiraan tahun 1834 hingga 1843, meminta Smith melakukan hal tersebut, sehingga dia terpaksa menurutinya.

"Malaikat mendatangi Smith dengan pedang terhunus dan mengancam akan terjadi kehancuran jika Smith tak mematuhi perintahnya," tulis esai tersebut.

Menurut penafsiran gereja, Smith bukan satu-satunya nabi yang berpoligami. Tercantum di dalam Alkitab, nabi Ibrahim, atau Abraham, juga menikah beberapa kali.

Esai gereja LDS juga mengungkapkan bahwa tindakan Smith ini tidak disukai oleh istri pertamanya, Emma.

"Ini adalah siksaan yang berat bagi Emma," tulis esai tersebut.

Smith menikahi istri keduanya, Fanny Alger, sekitar tahun 1830-an. Namun mereka kemudian berpisah.

Gereja LDS juga mengungkapkan bahwa Emma Smith pernah menerima empat istri Smith untuk tinggal bersama di rumah mereka. Namun, Emma tak sepenuhnya mengetahui jumlah istri Smith.

Meskipun Smith memiliki lebih dari 30 istri, Emma tak hidup bersama dengan para istrinya dan membangun rumah tangga.

Sebagian besar pernikahannya adalah untuk tujuan "kehidupan di akhirat".

Sebagian besar istri Smith menikah dengannya ketika berusia 20 hingga 40 tahun. Namun, diantara istri Smith, ada juga wanita berusia 56 tahun dan bahkan 14 tahun, yang bernama Helen Mar Kimball.

"Saat ini, menikah pada usia semuda itu dianggap tak pantas. Namun pada era itu, beberapa wanita menikah pada usia remaja," begitu tulis esai gereja Mormon.

Gereja LDS menyatakan bahwa pernikahan Helen dengan Smith adalah untuk tujuan "kehidupan di akhirat" dan tidak melibatkan hubungan seksual.

"Sebagian besar anggota Mormon saat ini percaya kepada malaikat kudus akhir zaman yang juga berpoligami," tulis esai tersebut.

Juru bicara Gereja LDS Eric Hawkins, menyatakan, esai yang fenomenal ini merupakan satu pembahasan dari tiga pokok bahasan yang menjelaskan tentang Joseph Smith.

Menurut seorang penulis yang memeluk keyakinan Mormon, Jana Riess, kabar bahwa Smith mempunyai begitu banyak istri telah mengguncang keimanan para pengikut aliran tersebut.


Sumber : http://www.suaranews.com/2014/11/nikahi-40-wanita-pendiri-gereja-mormon.html#ixzz3J5INQFe9

Selasa, 11 November 2014

Presiden Korut: Terorisme Hanyalah Kedok Amerika Untuk Gulingkan Negara Islam




CetroNews
 – Presiden Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, meledek laporan tahunan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat yang mengklaim Amerika sebagai negara penjamin kebebasan berkeyakinan di dunia.

Kim Jong-un dengan tegas menyebut AS munafik, karena AS justru pihak yang paling bertanggung jawab atas ketidakstabilan situasi dunia dengan terus mengganggu negara-negara muslim.

”Mantan Menteri Pertahanan AS Donald Rumsfeld dan para pemimpin negara lain mengejar kebijakan yang bertujuan menggulingkan pemerintah di negara-negara Islam dengan dalih memerangi terorisme,” tulis kantor berita KCNA, Kamis (31/7/2014), mengutip pernyataan pemerintah Korut.

Pemerintah Korut juga mengecam Washington yang selalu mengkritik Pyongyang dalam berbagai laporan yang bertujuan mengisolasi Korut di panggung internasional.

”Upaya untuk merusak Korut dengan fitnah adalah tindakan tidak masuk akal dengan menuduh di Korut tidak ada kebebasan beragama. Itu benar-benar tidak masuk akal, Sepenuhnya, kami menjamin kebebasan berkeyakinan setiap warga negara.” bunyi pernyataan pemerintah Korut.

Reaksi Korut itu sebagai respons laporan tahunan Biro Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Perburuhan Departemen Luar Neger AS yang berjudul ”International Religious Freedom Report for 2013”.

Laporan itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS, John Kerry pada briefing khusus pada bulan Juli 2014 lalu.

Dalam isi laporan tersebut, Amerika menuduh Korut, Iran, China, Arab Saudi, Bahrain, dan Sudan tidak memberikan jaminan kebebasan berkeyakinan terhadap warganya.[CN04]
- See more at: http://cetronews.blogspot.com/2014/08/presiden-korut-terorisme-hanyalah-kedok.html?m=0#sthash.dSZLETJM.uz1aTJba.dpuf

Mana yang Harus Diutamakan, Suami Menafkahi Istri atau Ibu Kandungnya?


Islamedia.co -  Assalamualaikum wr. Wb. Ustad/ustdzah saya Iva, wanita dan sudah menikah. Saya bekerja dan memiliki anak 1 masih balita. Saya ingin bertanya, bagaimana islam memandang apabila dalam rumah tangga istri harus memenuhi kebutuhan sendiri & anak, dikarenakan suami harus membyar cicilan pinjaman di bank & memberikan nafkah ke ibunya, sedangkan ibu mertua mampu & msih dapat nafkah dari bapak mertua & dari kakak ipar setiap bulannya. Suami takut ibunya marah jika tidak dikasih. Jadi suami tidak bisa menafkahi istri dan anak. Apakah dalam islam berdosa ustad/ustdzah ? Apakah islam memandang apabila tidak memberi nafkah ke ibunya, suami saya berdosa ? Apakah tidak bisa memberi nafkah istri dan anak termasuk mendzalimi istri & anak ? Mana yang harus didahulukan istri & anak atau ibunya? Sblm menikah saya seorang yatim & saya juga msih menjadi tulang punggung keluarga untuk menafkahi ibu saya dan adik saya sampai saat ini. Bagaimana islam memandang permasalahan ini, mhon jwabanya ustad/ustadzah. Sukron. Wassalam,

Jawaban

Assalamu alaikum wr.wb Alhamdulillahi Rabbil alamin. Washshalatu wassalamu ala Rasulillahi wa ala alihi wa shahbih ajmain. Amma ba'du:

Dalam Islam jelas bahwa seorang suami bertanggung jawab untuk memberikan nafkah kepada isteri dan anak-anaknya. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Alquran surat an-Nisa ayat 34 dan al-Baqarah 233.    Meskipun kondisi isteri mampu, berkecukupan, bahkan kaya, kewajiban untuk memberikan nafkah keluarga tetap menjadi tanggung jawab suami, kecuali kalau isteri ridha dg keadaan yang ada. Namun jika tidak, dan suami tetap tidak mau memberikan nafkah kepada isteri dan anak, maka sang suami berdosa. Rasul saw bersabda, "Cukuplah seseorang mendapat dosa jika ia menelantarkan orang yang menjadi tanggungannya."

Selanjutnya seorang suami memang dituntut untuk memberikan nafkah kepada isteri dan anak, serta kepada kedua orang tuanya jika mereka berada dalam kondisi membutuhkan dan kekurangan. Kalau suami bisa memenuhi kebutuhan mereka semua, maka wajib baginya untuk memenuhi.    Namun jika penghasilan atau hartanya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan semua, maka harus ada prioritas. Yaitu yang harus didahulukan adalah isteri dan anak yang memang berada dalam tanggung jawab utamanya sebagai seorang suami. Hal ini berdasarkan sabda Rasul saw, "Mulailah dari dirimu dengan bersedekah (memberikan nafkah) untuknya. Lalu jika ada yang tersisa maka untuk keluargamu (isteri dan anakmu). Jika masih ada yang tersisa, maka untuk karib kerabatmu (orang tua, saudara dst), dan begitu seterusnya."

Imam an-Nawawi berkata, "Apabila pada seseorang berhimpun orang-orang membutuhkan dari mereka yang harus ia nafkahi, maka bila hartanya cukup untuk menafkahi semuanya, ia harus menafkahi semuanya, baik yang dekat maupun yang jauh. Namun apabila sesudah ia menafkahi dirinya, yang tersisa hanya nafkah untuk satu orang, maka ia wajib mendahulukan isteri daripada karib kerabatnya yang lain...(Raudhah ath-Thalibin).

Melihat pada kasus Anda, hendaknya suami mendahulukan yang menjadi kewajibannya, yaitu menafkahi isteri dan anak. Jika kondisinya benar-benar tidak mampu menafkahi ibunya, maka suami tidak berdosa karena Allah tidak membebani seseorang di luar kemampuannya. Hanya saja, hal ini harus dibicarakan secara baik-baik disertai dg pemberian pemahaman. Kalau ibu masih tetap bersikeras untuk mendapat nafkah suami, sementara Anda sebagai isteri ridha demi untuk menjaga keutuhan dan kebahagiaan rumah tangga, maka Anda mendapatkan pahala yang besar insya Allah. Namun jika tidak ridha, Anda berhak untuk menuntut suami.   Semoga Allah memberikan keberkahan dan jalan keluar terbaik bagi Anda sekeluarga.

Wallahu a'lam.

Wassalamu alaikum wr.wb.

Tim syariahonline.com 

Jerman Temukan Mushaf Al-Quran yang Ditulis di Zaman Sahabat



Ilustrasi (alquds)
Ilustrasi (alquds)
dakwatuna.com – Berlin. Pihak Universitas Tübingen, Jerman, Senin (10/11/2014) kemarin, menyatakan bahwa para penelitinya telah menemukan sebuah mushaf kuno. Setelah diteliti, ternyata mushaf ini lebih tua dari perkiraan saat pertama ditemukan.
Karena ditulis pada abad ke-7 Masehi, seperti diterangkan pihak universitas, berarti mushaf ini ditulis pada masa sahabat Nabi di awal sejarah Islam. Para peneliti juga menerangkan bahwa penulisan mushaf ini diperkirakan ditulis pada 20-40 tahun setelah wafat Rasulullah SAW.
Saat ini, sampel dari kertas mushaf ini dijadikan bahan penelitian internasional tentang sejarah penulisan Al-Quran. Adapun tentang perkiraan umur manuskrip yang sangat kuno ini, juru bicara universitas menyatakan telah menggunakan karakteristik manuskrip dan juga dengan penelitian fisika.
Mushaf yang baru diketahui umurnya ini ditulis dengan menggunakan model tulisan Al-Kufi, yang menurut para peneliti, merupakan model tulisan Arab tertua yang diketahui saat ini. (msa/dakwatua/alquds)
Redaktur: Sofwan


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/11/11/59807/jerman-temukan-mushaf-al-quran-yang-ditulis-di-zaman-sahabat/#ixzz3IoXFRFsq 
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

12-11-1968: 'Dosa' dan Rahasia Kelam Amerika Serikat Terbongkar

Pembantaian My Lai oleh tentara AS di Vietnam
Pembantaian My Lai oleh tentara AS di Vietnam

Liputan6.com, Jakarta - Rahasia kelam yang ditutup rapat-rapat selama 18 bulan akhirnya terkuak pada 12 November 1969, hari ini 45 tahun yang lalu. Jurnalis investigatif Seymour Hersh mengungkap salah satu aib paling memalukan dalam sejarah Amerika Serikat: pembantaian My Lai.

Dunia murka, warga AS guncang membaca kabar di media yang menggambarkan para tentara kebanggaan mereka sebagai pembunuh berdarah dingin. Efeknya sungguh luar biasa, membalik persepsi publik terhadap Perang Vietnam. Gerakan protes yang penarikan mundur pasukan-pasukan Amerika makin marak. 

Kejahatan perang itu terjadi pada 16 Maret 1968. Pagi itu, para serdadu Charlie Company (Kompi C), Brigade ke-11, menyerbu masuk ke My Lai. Mereka membunuh warga desa, meracuni air sumur, dan membakar rumah-rumah. 

Situasi bak neraka. Para penyerbu membunuh 504 orang, tak pandang bulu. Orangtua, perempuan, anak-anak, bahkan bayi sekalipun. Sejumlah perempuan diperkosa sebelum dibunuuh. 

Dengan bayonet dan pisau mereka memotong telinga, leher, lidah atau menguliti  kepala korban. Desa My Lai bak rumah jagal.
 
Saat kekejaman itu terjadi, Do Thi Tuyet masih berusia 8 tahun. "Ibu, ayah, kakak laki-laki, dan 3 saudara perempuanku, semua tewas," kata Tuyet, seperti Liputan6.com kutip dari USA Today. Anak tertua berusia 10 tahun, yang termuda baru 4 tahun. 

Tuyet masih ingat, adiknya yang berusia 4 tahun sedang sarapan saat tentara-tentara itu menyerbu masuk. Bocah malang itu tewas dengan mulut penuh nasi. 

"Mereka melemparku ke sebuah parit yang penuh dengan mayat. Aku berlumuran darah dan otak." Lalu tentara-tentara itu menembaki selokan. Peluru mengenai punggung Tuyet, membuatnya sisi kanan tubuhnya lumpuh. 

Selama puluhan tahun, trauma membayangi perempuan itu. Namun, Tuyet memilih bangkit, ia berhasil menjadi ahli farmasi, menikah, dan kini punya dua anak. 

Kala itu tak ada yang bisa menyelamatkan warga desa dari nasib buruk. Meski 3 tentara AS kala itu berupaya mati-matian menghentikan rekan mereka yang merajalela dan membunuh para korban. Hingga terluka karena berkelahi dengan teman sendiri. 

Mereka adalah pilot helikopter Hugh Thompson berhasil menyelamatkan beberapa warga. Rekan sesama awak helikopternya, Glenn Andreotta dan Lawrence Colburn, dengan senjata mesin melindungi Thompson dalam aksi penyelamatan ini. 

"Mereka dianggap pengkhianat, namun setelah kabar pembantaian My Lai terkuak, Angkatan Darat menganggap mereka pahlawan," demikian Liputan6.com kutip dari LIFE.

Fotografer tentara, Ron Haeberle juga punya andil dalam pengungkapan itu. Ia yang kala itu berharap memotret pertempuran AS dan Viet Cong justru mengabadikan pembantaian dan penderitaan yang tak bisa diwakili dengan kata-kata.

Akhirnya, hanya satu orang yang dipersalahkan atas pembantaian tersebut. Pada 31 Maret 1971, pengadilan militer AS menjatuhi hukuman seumur hidup bagi William Calley. Namun ia hanya menjalani tahanan selama 3,5 tahun di Fort Benning, Georgia sebelum mendapat pengampunan dari presiden AS kala itu, Richard Nixon.

Selain rahasia kelam AS yang terkuak, tanggal 12 November juga diwarnai sejumlah peristiwa penting. Pada 1867, Gunung  Vesuvius meletus, meski dampaknya tak separah yang terjadi pada Abad ke-79 Masehi yang mengubur kota Pompeii dengan abu panas. Dan pada 1923, Adolf Hitler ditahan atas tuduhan percobaan kudeta. 

Sementara pada 12 November 1948, PM Jepang dan 7 orang lainnya divonis gantung oleh pengadilan internasional. Dan pada 1996,  Boeing 747 milik maskapai Saudi Arabian bertabrakan dengan pesawat kargo Kazakhtan Illyushin II-76 dekat New Delhi, India, menewaskan 349 orang. (Riz)

Akhlak Bangsa


DR. Abdul Halim Uwais, di dalam bukunya “Sebab- Sebab Runtuhnya 33 Negara” , memaparkan sejarah negara-negara Islam yang pernah berjaya bertahun-tahun, bahkan berabad-abad,  akhirnya ambruk karena kerusakan melanda negara tersebut. Para elite politiknya tenggelam di dalam kemewahan. Mereka menghambur-amburkan harta, menzalimi rakyat jelata, larut dalam  perpecahan dan perang saudara demi sebuah kekuasaan. Akhirnya, krisis multidimensi melanda seluruh sendi negara, yang berujung pada hilangnya benteng terakhir umat Islam yaitu Khilafah Utsmaniyah.
”Jika (Kami) menghendaki untuk menghancurkan suatu bangsa, maka Kami jadikan orang-orang bourjuis diantara mereka sebagai pemimpin , mereka akan berbuat jahat, sehingga tibalah saat kehancurannya, dan Kami hancurkan bangsa tersebut dengan sehancur-hancurnya ” (QS. Al Isra’ : 16)
Kata ” Fasq ” dalam ayat itu bermakna: keluar. Artinya, para pemimpin bangsa itu telah keluar dari ajaran-ajaran Islam dan tidak berkhlak mulia lagi.
Berkata Ibnu Atsir, seorang pakar Sejarah Islam: “Bagi Allah sangatlah mudah untuk memenangkan Islam dan kaum muslimin, akan tetapi karena para pemimpin Islam tidak ada lagi yang mempunyai nyali untuk berjihad dan memperjuangkan agama ini,  sebaliknya masing-masing dari mereka hanya sibuk dengan kesenangan dan kemewahan dunia, dan selalu berbuat zalim  terhadap rakyatnya, (maka kekalahan niscaya akan menimpa mereka ) dan keadaan seperti ini, lebih saya takuti dari pada serbuah musuh “
Sangatlah tepat apa yang dinyatakan Ahmad Syauki bahwa: “Sungguh, suatu bangsa akan selalu eksis selama mereka mempunyai akhlak. Jika akhlak sudah hilang, maka bangsa tersebut akan tumbang …”
Indonesia – sebuah bangsa yang besar – yang terpuruk menjadi bangsa lemah dengan krisis multidimensinya perlu melakukan renungan dan introspeksi: “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat . Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka seorang rasul dari mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya; karena itu mereka dimusnahkan azab dan mereka adalah orang-orang yang zalim”. ( QS An Nahl : 112-113 ).
Pada ayat tersebut Allah memberikan perumpamaan tentang sebuah negara yang aman, sentosa, subur tanahnya, berlimpah kekayaan alamnya. Tapi, karena mereka kafir terhadap nikmat-nikmat Allah, maka Allah menimpakan kepada mereka krisis multidimensi, termasuk kelaparan dan ketakutan. Mereka mendustakan para rasul dan berbuat zalim.
Ironisnya, saat negara mengalami guncangan hebat, justru ada sebagian dari kaum intelektual mengajak masyarakat untuk meninggalkan agama dan memisahkannya dari percaturan politik  kenegaraan. ”Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan syaitanpun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan. Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami-pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS Al An’am : 43-44)
Pilih Pemimpin  
Seandainya suatu bangsa bertaqwa dan beriman, pasti Allah akan mengucurkan berkah dari langit dan bumi. ”Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. ” ( QS Al A’raf : 96 )
Abu Bakar As-Siddiq r.a. pernah mengirim pesan kepada tentaranya di Perang Yarmuk: ”Hendaknya kalian bersatu padu, dan ketika menghadapi musuh hendaknya kalian telah menegakkan ajaran-ajaran Allah, karena Allah akan menolong siapa yang mau menegakkan agama-Nya, sebaliknya Allah akan meninggalkan siapa yang mengingkari-Nya. Sesungguhnya kalian tidak-lah kalah karena jumlah yang sedikit, tetapi kalian kalah, ketika kalian berbuat dosa, maka hindarilah dosa-dosa tersebut “
Agar bangsa ini diberkahi Allah, maka akhlak dalam bernegara perlu ditegakkan. Al-Quran memberikan sejumlah panduan: “Berkata Yusuf: “Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan ( QS Yusuf : 55).
Ayat ini memberikan pesan bahwa seorang muslim tidaklah sepantasnya untuk meminta kekuasaan, kecuali jika memenuhi — paling tidak — dua kriteria, yaitu “amanah” dan “capable”(penguasaan dan kecakapan terhadap sesuatu pekerjaan). Karena itu, Rasulullah saw menasehati Abu Dzar r.a. agar tidak mencalonkan diri menjadi gubernur, karena jabatan tersebut merupakan amanah dan akan menjadi penyesalan pada hari kiamat jika tidak mampu melaksanakannya.
Kriteria pemimpin itu dijelaskan juga dalam al-Quran: “Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya (QS Al Qashas : 26)
Ayat ini mengisyaratkan bahwa pemimpin pada hakikatnya adalah seorang pekerja dan pegawai yang dibayar oleh rakyat untuk melaksanakan tugas dan apa-apa yang diamanatkan kepadanya. Dan sebaik-baik pegawai adalah yang mempunyai sifat kuat pada bidangnya dan mampu menjalankan amanah. Ini dikuatkan dengan Firman Allah tentang pengangkatan Thalut sebagai Raja Bani Israel: “…Nabi (mereka) berkata: “Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa…” (QS Al Baqarah : 247)
Memilih pemimpin negara perlu hati-hati berdasarkan kriteria yang ideal sesuai panduan Islam. Tentu saja, faktor iman dan taqwa menjadi keteladanan utama. Jangan memilih pemimpin secara sembarangan, hanya karena faktor-faktor kekerabatan atau fanatisme kelompok, sehingga kualitas diabaikan.
Dalam Kitab as-Siyasah Syar’iyyah,  Syaikhul Islam Ibn Taimiyah mengutip hadits Rasulullah SAW yang memperingatkan kaum Muslimin tentang masalah kepemimpinan:  “Siapa yang mengangkat seseorang untuk mengelola urusan (memimpin) kaum Muslimin, lalu ia mengangkatnya, sementara pada saat yang sama dia mengetahui ada orang yang lebih layak dan sesuai (ashlah) daripada orang yang dipilihnya, maka dia telah berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya.”(HR Al-Hakim).
Jadi, jika ingin bangsa kita mendapat kucuran berkah dari langit dan bumi, sepatutnya tidak memilih pemimpin yang tidak punya komitmen menegakkan keimanan dan ketaqwaan. Wallahu a’lam bish-shawab. (***)
Oleh: Dr. Ahmad Zein An-Najah
(Ketua Majlis Fatwa Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia)

Miss World: Sebuah Penipuan!


Oleh: Dr. Adian Husaini
PADA 5 September 2012 lalu, sebuah kontes kecantikan di China menuai kontroversi. Pasalnya, juri dianggap menetapkan kriteria fisik yang ‘terlalu ketat’.  Kontes yang diselenggarakan oleh “The Chinese website Model Net (mtw.cc), antara lain mensyaratkan: mulai babak semifinal dan seterusnya, jarak antara dua puting payudara harus di atas 7,8 inci (20 cm). Menurut panitia, kriteria ‘cantik’ itu berdasar pada standar China klasik dipadukan dengan hasil riset ilmiah modern.
Banyak pihak mengkritik krtiteria “cantik” dalam kontes ini. Tapi, dalam kontes kecantikan,  yang dinilai dan diukur memang fisik kontestan. Mata, alis, jidat, hidung, bibir, leher, pipi, rambut, payudara, perut, pantat, dan kaki kontestan harus tampak cantik!  Semua anggota tubuh itu harus bisa dilihat dengan jelas dan bisa ‘diukur’ oleh dewan juri.
Tahun 2011, sebuah situs perempuan memberitakan adanya sebuah kontes pemilihan vagina terindah di AS. Kontes itu diberi nama “The Most Beautiful Miss V Contest”, yang diselenggarakan oleh sebuah klub di Portland, Oregon. Kononnya, juri dalam kontes itu terdiri atas enam orang selebriti setempat.  Untuk menentukan pemenangnya, si juri dibekali dengan alat kaca pembesar. Akhirnya, setelah melakukan penelitian dengan cermat, terpilihlah seorang juara yang dianugerahi mahkota dan gelar sebagai “Miss Beautiful Vagina 2011”.
Tampaknya, para pelaku ini berprinsip “Senin untuk seni!” Tidak ada nilai agama dilibatkan. Toh, kontes-kontes semacam ini menghibur, tidak mengganggu orang lain, bahkan menyedot banyak pengunjung. Dus, sangat menguntungkan!
Pada 15 November 2012, sebuah situs hiburan di Indonesia menampilkan judul berita: “Kriteria Miss Indonesia 2013 Ikuti Standar Miss World”.  Salah satu anggota tim juri audisi Miss Indonesia 2013 menyatakan: “Karena ini ajang kecantikan, bagaimanapun yang paling penting adalah fisik perlu diperhatikan, seperti wajah, tinggi badan dan proposional berat tubuh.”
Itulah kontes kecantikan! Agar kontes semacam ini tidak menampakkan eksploitasi tubuh perempuan yang terlalu vulgar – mirip-mirip seleksi ‘binatang sembelihan’ — maka dibuatlah kriteria ‘tambahan’ dengan memasukkan aspek intelektual, seperti wawasan sejarah, pengetahuan umum, dan kemampuan bahasa. Dalam sebuah acara konferensi pers di Jakarta, (19/2/213),   Julia Morley, Chairwoman of Miss World Organization mengatakan: “Mereka semua yang mengikuti ajang Miss World adalah wanita-wanita cantik. Mereka semua bisa menjadi Miss World. Tapi kami memilih peraih gelar Miss World tidak hanya dari wajah cantik saja, tapi sangat penting bagi kami melihat satu di antara mereka yang benar-benar memiliki jiwa sosial yang tinggi.”  (www.okezone.com)
Jadi, ini kontes kecantikan! Sehebat apa pun seorang perempuan; mungkin ia juara olimpiade matematika, pakar ilmu pengetahuan, pekerja sosial hebat, pembela kaum tertindas, penemu vaksin AIDS, dan sebagainya  — tapi tidak cantik, muka cacat bekas luka, ukuran cebol  – harus tahu diri. Menyingkirlah dari kontes ini! Sebab, Anda tidak cantik!
Penipuan!
Kata Lagu Indonesia Raya: “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya!” Konon, pemerintahan Bapak SBY saat ini sedang menggalakkan pendidikan karakter bangsa. Trilyunan rupiah digelontorkan dan ribuan guru dikerahkan untuk mewujudkan generasi berkarakter. Kurikulum baru sedang disusun. Katanya, tujuan Pendidikan membentuk manusia beriman dan bartaqwa dan seterusnya.
Dalam bukunya yang berjudul “Pribadi” (Jakarta: Bulan Bintang. 1982, cet. Ke-10), Prof. Hamka menulis:  “Dua puluh ekor kerbau pedati, yang sama gemuknya dan sama kuatnya, sama pula kepandaiannya menghela pedati, tentu harganya tidak pula berlebih kurang. Tetapi 20 orang manusia yang sama tingginya, sama kuatnya, belum tentu sama “harganya”, sebab bagi kerbau tubuhnya yang berharga. Bagi manusia, pribadinya.”
Menurut Hamka, pribadi bukanlah semata-mata terkait dengan kehebatan fisik. Kondisi fisik tentu sangat penting, sebab seorang sulit merealisasikan pribadinya, tanpa fisik yang sehat dan kuat. Dalam bukunya, Hamka menyebut sebelas perkara yang membentuk kepribadian seseorang, yaitu (1) daya penarik, (2) cerdik,  (3) timbang rasa, (4) berani, (5) bijaksana, (6) baik pandangan, (7) tahu diri, (8) kesehatan badan, (9), bijak, (10) percaya pada diri sendiri, dan (12) tenang.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dr. Daoed Joesoef, dalam memoarnya, Dia dan Aku: Memoar Pencari Kebenaran (Jakarta: Kompas, 2006) tercatat sebagai seorang pengkritik keras berbagai praktik ”kontes kecantikan”.
Ia menulis:   ”Pemilihan ratu-ratuan seperti yang dilakukan sampai sekarang adalah suatu penipuan, disamping pelecehan terhadap hakikat keperempuanan dari makhluk (manusia) perempuan. Tujuan kegiatan ini adalah tak lain dari meraup keuntungan berbisnis, bisnis tertentu; perusahaan kosmetika, pakaian renang, rumah mode, salon kecantikan, dengan mengeksploitasi kecantikan yang sekaligus merupakan kelemahan perempuan, insting primitif dan nafsu elementer laki-laki dan kebutuhan akan uang untuk bisa hidup mewah. Sebagai ekonom aku tidak a priori  anti kegiatan bisnis. Adalah normal mencari keuntungan dalam berbisnis, namun bisnis tidak boleh mengenyampingkan begitu saja etika. Janganlah menutup-nutupi target keuntungan bisnis itu dengan dalih muluk-muluk, sampai-sampai mengatasnamakan bangsa dan negara.”
Menurut Daoed Joesoef, wanita yang terjebak ke dalam kontes ratu-ratuan, tidak menyadari dirinya telah terlena, terbius, tidak menyadari bahaya yang mengancam dirinya. Itu ibarat perokok atau pemadat yang melupakan begitu saja nikotin atau candu yang jelas merusak kesehatannya. ”Pendek kata kalau di zaman dahulu para penguasa (raja) saling mengirim hadiah berupa perempuan, zaman sekarang pebisnis yang berkedok lembaga kecantikan, dengan dukungan pemerintah dan restu publik, mengirim perempuan pilihan untuk turut ”meramaikan” pesta kecantikan perempuan di forum internasional.”
Tahun 2013 ini, Indonesia dipilih sebagai tuan rumah kontes Miss World. Acara puncak akan digelar di Sentul, Bogor, 28 September 2013. Berbagai kalangan masyarakat telah menyampaikan keberatan.  Umat Islam diajar oleh Nabi Muhammad SAW: berantaslah kemungkaran dengan tangan! Jika tidak mampu, dengan lisan. Jika tidak mampu juga, ingkarlah dengan hati; bencilah pada kemungkaran! Yang terakhir ini adalah selemah-lemahnya iman! Wallahu a’lam. *
Penulis adalah Ketua Program Doktor Pendidikan Islam —Universitas Ibn Khaldun Bogor. Artikel telah dimuat di Republika dengan beberapa pengeditan.

Ketika Tuhan Disingkirkan

Harun Yahya dalam bukunya The Disasters Darwinism Brought to Humanity (Al-Attique Publesher Inc.) menggambarkan berbagai bencana kemanusiaan yang ditimbulkan oleh Darwinisme, di antaranya berupa rasisme dan kolonialisme. Ketika ilmu dijauhkan dari tuntunan wahyu; ketika ilmu diabdikan untuk memenuhi hawa nafsu; maka bencana kemanusian tak mungkin terhindarkan.

Peradaban Barat, menurut sejarawan Marvin Perry, ialah sebuah peradaban besar sekaligus sebuah drama yang tragis(a tragic drama). Peradaban ini penuh kontradiksi. Satu sisi ia memberikan sumbangan besar terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dan bagi kemudahan dan penyediaan fasilitas hidup.  Namun pada sisi lain peradaban ini juga memberikan kontribusi besar terhadap kerusakan alam semestra (Marvin Perry, Western Civilization a Brief History, 1997)
Di zaman modern ini pula manusia telah membelanjakan secara gila-gilaan alat-alat pembunuh masal. Sekadar contoh, Jeremy Issacs dan Taylor Downing, dalam bukunya, Cold War,memaparkan antara 1945-1996, sekitar 8 triliun USD ($ 8.000.000.000.000) biaya dikeluarkan untuk persenjataan di seluruh dunia. Puncaknya, persediaan nuklir mencapai 18 mega ton. Padahal seluruh bom yang diledakkan  pada perang dunia II ‘hanya’ 6 megaton.
Dunia kedokteran modern mengenal paraktik vivisection (secara harfiah berarti memotong hidup-hidup) yaitu cara menyiksa hewan hidup sebagai dorongan bisnis untuk menguji obat-obatan agar dapat mengurangi daftar panjang segala jenis penyakit manusia (Pietro Croce,Vivisection or Science: An Investigation into Testing Drugs and Safeguarding Health, 1999). Praktik ini selain tidak beretika keilmuan juga “tidak berperikemanusiaan” juga menyisakan pertanyaan intrinsik tentang asumsi atas tingkat kesamaan uji laboratorium hewan dan manusia yang mengesahkan eksplorasi hasil klinis dari satu ke lainnya.
Dalam dunia pertanian modern, penggunaan bahan-bahan kimia seperti pestisida, herbisida, pupuk nitrogen sintesis dan lainnya telah meracuni bumi, membunuh kehidupan margasatwa bahkan meracuni hasil panen dan mengganggu kesehatan para petani. Pertanian yang sebelumnya dikenal dengan sebutan agrikultur (kultur: suatu cara hidup saling menghargai, timbal balik komunal, dan kooperatif, bukan kompetitif) kini berkembang dengan istilah agribisnis, sebuah sistem yang memaksakan tirani korporat untuk memaksimalkan keuntungan dan menekan biaya, menjadikan petani/penduduk lokal yang dahulu punya harga diri dan mandiri lalu berubah menjadi buruh upahan di tanah mereka sendiri (Adi Setia, Three Meanings of Islamization Science Toward Operasionalizing Islamization of Knowledge, 2007)
Ketika wahyu disingkirkan maka akal dituhankan. Rasionalisme menjadi pedoman. Gagasan rasionalisasi dapat ditelusuri dari seorang bernama Rene Descartes (w. 1650). Ia digelari sebagai bapak filsafat modern. Dia lah orangnya yang memformulsikan sebuah prinsip: cogito ergo sum (aku berpikir maka aku ada). Descartes tidak saja mengukur suatu kebenaran dengan rasio tapi juga mengakui eksistensi seseorang hanya bagi mereka yang menggunakan rasio sebagai asas tingkah lakunya.
Pendapat  Descartes bahwa sumber ilmu adalah rasio dan panca indera diikuti oleh para filosof lain seperti Thomas Hobbes, Benedict Spinoza, John Locke, JJ Rousseau, David Hume, Immanuel Kant, Hegel, Bertrand Russel, Emilio Betti, Gadamer, Jurgen Habermas, dan lain-lain. Selanjutnya pendapat ini melahirkan pembaratan (westernisasi) yang menekankan dasar ilmu pengetahuan adalah rasio dan panca indera.
Pendapat ini makin membuat peran akal menguat sehingga menafikan peran wahyu dan melahirkan ide-ide atheis. Immanuel Kant menyatakan bahwa segala hal yang berbau metafisika tidak mungkin mencapai kebenaran karena tidak disandarkan kepada panca indera. Menurut Kant di dalam metafisika tidak terdapat pernyataan-pernyataan sintetik-a priori seperti yang ada dalam matematika, fisika dan ilmu-ilmu yang berasar fakta empiris (Justus Harnack, Kant’s Theory of  Knowledge , 1968, hal 142-145).
Ide Kant ini berpengaruh pada filosof lain, di antaranya Hegel yang melahirkan filsafat dialektika, tesis-antitesis. Intinya, pengetahuan itu selalu berproses. Tahap yang sudah dicapai, disangkal atau didebat untuk melahirkan tahap baru. Sebuah tesis dibuat antitesisnya untuk melahirkan sintesis. Jika yang menyangkal (antitesis) kalah kuat dengan yang disangkal (tesis) maka tesis tersebut tetap dipertahankan dan menjadi sintesis. Ide ini kemudian melahirkan paham atheisme yang diusung oleh Ludwig Feurbach (1804-1872) dan Karl Marx (w. 1883) Marx berpendapat bahwa agama adalah candu. Agama adalah faktor sekunder, faktor primernya adalah ekonomi (Franz Magnis-Suseno, Pemikiran Karl Marx: Dari Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionisme, 2001, hal 71-76).
Selain Karl Marx, ilmuwan barat yang berpengaruh luas dalam dunia ilmu pengetahuan adalah Charles Robert Darwin (w. 1882). Ia menulis sebuah buku yang berjudul The Origin of Speciesyang menyatakan bahwa Tuhan tidak berperan dalam penciptaan. Makhluk hidup dapat hidup dan bertahan karena faktor adaptasi pada lingkungan. Menurutnya, Tuhan tidak menciptakan makhluk hidup. Semua spesies yang berbeda sebenarnya berasal dari satu nenek moyang yang sama. Spesies menjadi berbeda antara satu dengan yang lain disebabkan karena kondisi-kondisi alam (natural condition) (Charles Darwin, The Origin of Species, 1985, hal 437).
Lalu berbagai disiplin ilmu lain yang atheistik juga bermunculan. Bidang psikologi digemakan oleh Sigmund Freud dengan teori psikoanalisanya. Lucunya, psikologi modern, justru menjauhkan ilmu itu dari objek kajian utamanya, yaitu “jiwa” manusia itu sendiri. Dalam bidang sosiologi, positivisme August Comte berhasil menggusur peran agama. Di bidang politik,, Machiavelli mneggulirkan politik tanpa moral. Bahwa politik adalah sekedar mekanisme untuk merebut atau mempertahankan kekuasaan. Di lapangan filsafat ada Friedrich Nietzche (1884-1990) dengan semboyannya “God is dead”.
Dalam bukunya, A History of God (1993), Karen Armstrong menulis sebuah bab berjudul “Does God have a Future ?”
Di Barat, gugatan terhadap eksistensi dan peran Tuhan dalam kehidupan, terus dikumandangkan. Jean-Paul Sartre (1905-1980) bertahan dengan pendapatnya, “even if God existed, it was still necessary to reject him, since the idea of God negates our freedom”.
Jadi, ide tentang Tuhan dianggap mengganggu manusia. Maka, para pemuja kebebasan berkomitmen: singkirkan Tuhan, agar kebebasan kita tak terganggu; agar kita sepuas-puasnya melampiaskan hawa nafsu. Padahal, Al-Qur’an justru menjelaskan: “ingatlah dengan mengingat Allah hati menjadi tenang!” (QS 13:28).

Allahu Akbar, 2500 pemuda mengikuti wisuda perdana Mujahidin Brigade Izzuddin Al-Qassam - See more at: http://muslimina.blogspot.com/2014/11/allahu-akbar-2500-pemuda-mengikuti.html#sthash.8f2apoGi.dpuf





Mati satu tumbuh seribu adalah istilah yang tepat untuk Brigade Izzuddin Al-Qassam. Sebagaimana dilansir Suara Palestina pada Sabtu (8/11/2014), setelah banyak Mujahidinnya syahid pada perang “dedaunan yang dimakan ulat”, Jum’at (7/11) kemarin, Al Qassam secara perdana mewisuda Angkatan Pertama ” Tentara Rakyat” yang berjumlah 2500 pemuda. Brigade Izzuddin Al Qassam, sayap militer gerakan perjuangan Islam (Hamas) mewisuda angkatan pertama “tentara rakyat”. Wisuda yaqng berlangsung pada Jum’at lalu (7/11) di wilayah utara Jalur Gaza tersebut mengambil tema “angkatan para kesatria pembebas”. Sebanyak 2500 pemuda berbaris di sepanjang area halaman Pemakaman Faluja hingga halaman Masjid Al Khulafa Arrasyidin di Perkemahan Jabaliya sambil melakukan pertunjukan berbagai macam seni militer. Acara kelulusan tersebut dihadiri oleh para petinggi Hamas dan ratusan keluarga. Salah seorang petinggi Hamas “Muhammad Abu Askari” mengatakan, acara kelulusan ini di adakan pada waktu yang bersamaan dengan insiden penyerangan yang dialami oleh Masjid Al Aqsha. “Kami meyakini bahwa pertempuran pembebasan Al Quds akan segera tiba,” ungkap Muhammad. - See more at: http://muslimina.blogspot.com/2014/11/allahu-akbar-2500-pemuda-mengikuti.html#sthash.8f2apoGi.dpuf

Senin, 10 November 2014

Tinjauah Sejarah: Kristen Masuk Indonesia Lewat Penjajah


 Ada buku bagus tentang sejarah nasional dari para peneliti insists : Tiar Anwar bachtiar dkk .

Buku ini memberi perspektif baru thdp sejarah nasional yg selama diajarkan di sekolah .

Karena sejarah yang kita terima di sekolahnya umumnya bersumber dari sejarah yg ditulis oleh para kolonial
Ada bab yg menarik di buku ini , "kristenisasi dan sekulerisasi Indonesia pada masa kolonial" . #kristen
Efek kolonialisme, tdk hanya berdampak pada politik dan ekonomi tp juga pemikiran, agama dan kebudayaan. #kristen
Kolonialisme yg dilakukan bangsa eropa juga membawa agama #kristen dan pemikiran sekuler barat
Kolonial portugis membawa agama katolik ke Indonesia , sedang kolonial Belanda (VOC) membawa kristen protestan

Penjajahan politik , ekonomi dan militer yg dilakukan portugis dan belanda , melapangkan jalan kristenisasi . Ini awal kristen di indonesia

Meskipun ada sarjana kristen yg brpendapat bahwa kristen masuk indoesia sebelum era sriwijaya , namun tdk ada fakta yg bs diverifikasi
Semangat kolonialisme dan kristenisasi di nusantara yg muslim ini dipengaruhi oleh semangat perang salib yg terjadi

Di eropa sendiri saat itu semangat anti agama , semangat sekuler begitu tinggi . #kristen
Sehingga kristen yg disebar oleh kaum kolonial eropa ini adalah westernized atau secularized christianity
Akhir abad ke 15 , spanyol dan portugis yg memelopori eropa ekspedisinya . Spanyol ke arah barat , portugis ke arah timur . #kristen
Motif pelayaran mereka : 1. Ekonomi (gold) 2. Politik (glory) 3. Kristenisasi (gospel) . #kristen

Dlm misi kristenisasi ini org2 portugis ingin mengepung lawan yg beragama Islam dan menyiarkan agama #kristen
Penjajahan portugis ini mendapat mandat dari paus alexander VI . Pd Mei 1493, dia membagi dunia baru antara portugis dan spanyol
Paus alexander VI juga mengajarkan bahwa bangsa2 di luar vatikan yg tdk bergama katolik adalah biadab dan wilayahnya dianggap tdk bertuan
Selain mandat dari paus , motif kolonialisasi portugis dipengaruhi oleh semangat perang salib. Portugis katolik dan nusantara muslim
Ketika alfonso d'albuquerque menduduki malak 1511, dia berpidato; "tugas besar yg hrs kita abdikan kpd Tuhan kita adalah ... "

" ... Mengusir org2 moor dr negara ini dan memadamkan api sekte muhammad shg tdk muncul lg sesudah ini .."

" .. Sy yakin, jk kita berhasil merebut jalu perdagangan malaka ini dr tangan mereka (org2 moor), maka kairo dan mekkah akan hancur total ..

" .. Dan venesia tdk akan menerima rempah2 kecuali para pedagangnya pergi dan membelinya dari portugis"
Perang salib sangat menjiwai alburquerque shingga dia melakukan aksi2 brutal , menangkap dan menjarah kapal2 muslim di malaka
Setelah menaklukan malaka , pd 1512 portugis berlayar di laut jawa , hingga tiba di maluku
Benteng portugis berdiri di hitu th 1515 dan 1523 di ternate . #kristen

Penyebaran kristen di maluku dimulai oleh penjajah portugis pd th 1523 saat antonia de brito mendirikan benteng di ternate
Penyebaran kristen di maluku oleh portugis dilakukan dg cara memaksa masy muslim maluku untuk masuk katolik .
Ini awalnya kenapa sebagian maluku ada yg tdk muslim
Penyebaran katolik mengikuti jalur kolonialisasi portugis

Semangatnya euforia perang salib, menghancurkan daerah2 muslim seperti Indonesia dan kemudian menybarkan kristen
Wilayah pertama yg dijadikan kolonial portugis tempat untuk kristenisasi adalah maluku
Dari maluku , portugis melakukan ekspansi kristenisasi dan penjajahan di wilayah lain
Selain maluku , katolik menyebar di daerah NTT (1556) , di Sulawesi Utara dan Talaud (1560 an)
Tetapi mrk gagal menyebarkan katolik di wilayah barat Indonesia , di sini perlawanan muslim nya kuat . Terutama wilayah jawa
Portugis sempat melakukan kristenisasi di ujung timur pulau jawa, daerah blambangan dan panarukan 1585-1598
Namun pada akhir abad 16 , antek2 portugis di blambangan diserang dr arah pasuruan dan surabaya
Semenjak itu , tdk ada satu pun komunitas kristen di pulau jawa hingga datang penjajah belanda di abad 17
Begitulah sejarah agama katolik di indonesia , turun termurun dr org2 muslim yg dipaksa masuk katolik
Setelah kristenisasi era penjajah katolik portugis , abad ke 17 giliran kristen protestan disebarkan oleh penjajah Belanda melalui VOC
Belanda mulai dtg 1595, VOC berdiri 1602 . Selain misi eksploitasi ekonomi u kepentingan imperium belanda, VOC juga bertugas kristenisasi

Jk portugis mendapat mandat dr Paus Alexander VI untuk melakukan kolonialisi dan kristenisasi, VOC dpt mandat dr gereja protestan belanda
Mandat gereja kpd VOC u kolonialisasi sekaligus kristenisasi ini sesuai d isi pasal 36 pengakuan iman belanda thn 1561

VOC menganut kristen protestan aliran calvinisme sedang portugis menganut kristen katolik roma
Penyebaran kristen katolik roma disebut misi, org yg menyebarkan disebut misionaris
Sedangkan penyebaran kristen protestan disebut zending , pelakunya disebut zendeling
VOC bertugas untuk memaksa muslim nusantra ini untuk masuk kristen
Yup “@fhrimhmd: berarti kolonialisasi itu bajingan ya, harusnya negara indonesia itu jadi negara muslim, pasti tentram dan sejahtera”
Gak suka dg fakta yg sy kutlwitkan ttg masuknya kristen di Indonesia? Bikin aja kultwit bantahan :D
Nenek moyang org indonesia yg kristen adalah org2 Islam yg memilih murtad krn kerasnya pemaksaan dan penyiksaan oleh portugis dan VOC
Perjuangan melawan penjajah oleh selain muslim ada. Di bali ada hindu . Dan sumatera utara oleh org2 kepercayaan parmalim (sisingamangaraja)
Meskipun dalam buku "sisingamangaraja XII" , sejarawan M Said menuliskan bahwa Sisingamangaja XII sdh berganti dr parmalim ke islam
Sejarawan said berpendapat demikian karena dukungan besar dari kerajaan Islam Aceh Darussalam thdp perjuangan Sisingamangaraja XII
Namun ada buku "Ahu Sisingamangaraja" karangan W Sidjabat yg brpendapat , dia masih dlm agama leluhurnya , kepercayaan parmalim
Proses kristenisasi Indonesia yg dilakukan dg pemaksaan dan kekerasan oleh portugis dan belanda, berlawanan dg proses Islamisasi
Btw, fakta ttg pejuangan sisingamangaraja XII melawan belanda ; 1. Didukung raja aceh . 2. Yg dilawan adalah Belanda dg para penginjilnya
Belanda berkolaborasi dg para penginjil yg dimotori oleh penginjil jerman ludwig ingwer . Ini yg dilawan sisingamangaraja XII
Di buku yg sy ulas ini juga membahas perjuangan muslim di seluruh nusantra melawan penjajah belanda dan portugis .